Tulak Tanggul, 29 November 2025 — Upacara caru pemangkalan agung yang digelar di Pura Tulak Tanggul pada Sabtu (29/11) berjalan dengan situasi membingungkan setelah terjadi ketidakhadiran pemangku yang sebelumnya dijadwalkan memimpin acara.
Pemangku yang ditunjuk, Made Yasmi atau dikenal sebagai Jero Dewi, sebelumnya disebut telah menerima pengolem sebagai tanda persiapan menjalankan tugas pemangkuan. Ia juga menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa dirinya hanya akan nguningang di jeroan karena belum siap unt uk ngaturang caru Mancasanak Medurga, sementara pelaksanaan caru ia minta bantuan kepada kakak iparnya yang juga adalah klian banjar setempat,awalnya kakaknya memberi pertimbangan supaya dicarikan pemangku lain,karena tidak enak ia rangkap jabatan agar nanti tidak menimbulkan kecemburuan/kemarahan masyarakat,namun hal itu dilarang bahkan ia sempat marah menuduh kakaknya tidak mendukung dirinya. Demi tidak ribut terpaksa kakaknya mau atas desakan istrinya dengan catatan ia(JD) nguningang di jeroan.
Pada H-1 upacara, pengolem pemangku dikirim ke rumah klian banjar oleh seseorang atas perintah JD.
Namun, pada hari pelaksanaan upacara, pemangku yang dijadwalkan hadir justru tidak muncul. Pesan yang disampaikan melalui suaminya kepada panitia menyatakan bahwa tugas pelaksanaan caru agar dijalankan oleh klian banjar saja cukup, tanpa kehadiran pemangku utama,dengan nada tidak mengenakan.
Upaya komunikasi dengan suami pemangku tidak mendapatkan respons, sehingga menimbulkan ketidak nyamanan,agar tidak ribut klian banjar terpaksa melaksanakan dan saat, instruksi untuk masuk ke jeroan nyaksiang dan atau melakukan ngedetin peras, juga tidak dijalankan oleh pihak suami pemangku dengan wajah judes, sehingga membuat situasi menjadi tidak nyaman dan menimbulkan persepsi rangkap tugas pada klian banjar di hadapan warga.
Akibat situasi yang tidak mengenakan ini, sejumlah warga menilai terjadi miskomunikasi internal antara pihak pemangku dengan panitia./klian banjar,padahal jauh sebelumnya sudah dikomunikasikan atas kehendak pemangku disana. sehingga Klian Banjar sekaligus pemangku merasa kecewa dan mengelus dada,sambil bergumam,ya Tuhan kenapa ini mesti terjadi,apa sebenarnya maunya dia,padahal dari awal pembangunan atas keinginannya dia sudah semua dituruti,sekarang aku kok dipermalukan didepan warga. aku menyesal sedih dan kecewa,untuk pertama kalinya dipermainkan seperti ini. Apa karena merasa kaya seenaknya mempermainkan orang,tak punya rasa,hanya benar sendiri. Aku akan lihat apa maunya kedepan.aku akan belajar,tak mau terus dipermainkan sebagai orang bodoh,itupun gegara istri, kalau tak dituruti ribut di keluarga,kalau dituruti orang gila,aku jadi gila,alias sedeng....